Tuesday, 31 October 2017

Kemajuan Toko Online WooComerce

Kemajuan Toko Online WooComerceDisini saya akan menjelaskan bagaimana Kemajuan Toko Online yang saya buat untuk memenuhi tugas softskill. 


Sebelum masuk ke pembahasan Perkenalkan dulu Nama saya Boy Ramdany. Mahasiswa gunadarma dari kelas 2IA02. Jurusan Teknik Informatika. saya akan membahas tentang WooCoomerce .



WooCoomerce adalah plugin pendukung wordpress untuk membuat sebuah website E-Commerce toko online (onlineshop) yang di bangun menggunakan platform wordpress.
Semua fitur dari mulai kemudahan, kelengkapan termasuk dukungan developernya yang akan memudahkan para pengguna nya.

Woocommerce Setidaknya Membutuhkan Minimal 4 Halaman
Keunikan posting produk (disebut juga halaman produk / product page), salah satunya tetap membutuhkan setidaknya minimal 4 halaman (page). Ke empat halaman terdiri dari shop (katalog), cart (keranjang), checkout dan my account otomatis akan terbentuk jika anda melakukan setup awal menggunakan woocommerce wizard.

  • Shop (Katalog Produk) Katalog produk adalah halaman yang menyajikan deretan semua produk yang anda jual.
  • Chart (Keranjang) Halaman untuk pembeli setelah memutuskan memilih produk, jika dilihat dari fungsinya halaman cart tidak berbeda dengan fungsi keranjang jika anda belanja di super market.
  • Checkout Halaman bagi pembeli mengisi biodata untuk kepentingan penagihan untuk pembayaran dan pengiriman dari produk yang dibeli.
  • My Account Halaman yang diperuntukan bagi pembeli yang berniat menjadi pelanggan (berisi biodata untuk keperluan pembelian / membership), terkadang anda bisa saja mewajibkan pembeli untuk mendaftar terlebih dahulu sebelim berbelanja. Pada “kasus” lain, anda bisa saja menggunakannya untuk sistem afiliasi diferensiasi harga.
  • Syarat dan ketentuan (tidak wajib) Ketika pembeli melakukan eksekusi pada tombol checkout, maka diwajibkan untuk membaca syarat dan ketentuan yang bertujuan mengurangi resiko dikemudian hari antara anda (sebagai penjual) dan pembeli. Dikarenakan tidak wajib maka pembuatan halaman sarat dan ketentuan bisa saja tidak dibuat dan pembeli langsung membeli produk tanpa membaca syarat dan ketentuan yang berlaku.

Blog Posting Vs Halaman Produk – Kustom Posting Woocommerce
Kenapa disebut custom? karena secara khusus woocommerce mempunyai cara posting konten tersendiri, aturan tersendiri, kategori dan tag tersendiri, layout konten yang akan diposting tersendiri. Perbedaan post standar dan product post woocommerce, dijelaskan dibawah ini.

Terdiri Dari Dua Deskripsi
Jika pada posting biasa terdiri dari satu konten deskripsi, anda bisa membahas suatu hal panjang lebar, maka pada halaman produk terdiri dari 2 deskripsi. Short description dan Long description. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut :
  1. Deskripsi Pendek (Short Description) Biasanya terletak disamping kanan foto produk, tepat diatas tombol masukan keranjang. Selain berfungsi menjelaskan secara singkat mengenai produk, deskripsi pendek juga berfungsi sebagai “highlight” tautan yang anda bagikan (misalnya anda bagikan ke sosmed).
  2. Deskripsi Panjang (Long Description) Biasanya terletak di bagian bawah dari foto produk juga short description. Seperti halnya konten pada posting biasa, “long description” memiliki fungsi kurang lebih sama, yaitu menjelaskan sedetail mungkin mengenai konten produk yang anda jual. Selain bertujuan meyakinkan pengunjung untuk melakukan konversi (pembelian), deskripsi panjang juga sangat baik untuk SEO website anda. Seperti umumnya konten website, “long description” memungkinkan anda untuk memasukan konten media seperti gambar dan video.
Kategori, Tag, SKU dan Atribut
Hal-hal seperti ini disebut taxonomy. Fungsi dari kategori dan tag pada produk tidak jauh berbeda dengan posting biasa. Pada woocommerce dikenal juga istilah product id, tidak jauh berbeda dengan post id pada blog posting. Ada beberapa taxonomy tambahan pada woocommerce yang umum terdapat pada e-cpmmerce website, diantaranya:
  • SKU (Stock Keeping Unit) Merupakan kode unik pada barang yang dijual dimana format dan “numeric” nya anda tentukan. SKU disebut juga sebagai kode barang, product identifier, partnumber dengan fungsinya sebagai pembeda antara barang yang satu dengan yang lainnya. Penetapan SKU tidak wajib hukumnya, namun akan jauh lebih baik jika anda menggunakannya.
  • Atribut Bisa diartikan sebagai spek variasi yang menyertai suatu produk, misal dalam satu produk (variabel) terdiri dari beberapa varian warna, beberapa varian ukuran. Atribut sangat berguna bagi pembeli agar tepat benar-benar mendapatkan produk yang diinginkannya.
Penggunaan atribut sangat diperlukan untuk produk variabel (tidak untuk produk simpel), untuk menetapkan perbedaan harga antara variasi satu nama produk. Anda bisa menetapkan perbedaan SKU diantara variasi produk, tapi tidak wajib, karena bisa saja SKU diputuskan sama mengikuti produk induknya.

Format Produk Woocommerce
Ada 4 format produk pada pengaturan woocommerce terdiri dari simple, variable, grouped, affiliate produk berikut penjelasannya:

  1. Simple Product Produk yang terdiri satu jenis saja, tidak ada variasi tertentu.
  2. Variable Product Lanjutan dari simple produk yang memiliki variasi tertentu pada warna, ukuran dan “atribut” lainnya.
  3. Grouped Product Produk jenis ini dijual bersamaan dengan produk lainnya yang dijadikan “induk”. Anda hanya bisa memperoleh produk B jika membeli produk A, tidak dapat membeli secara langsung produk B.
  4. Affiliate Product Bukan produk milik anda, namun anda hanya menjualnya saja (sistem affiliasi). Affiliate produk terhubung ke website (toko online) aslinya.
Bentuk Produk yang Dijual
Ada 3 jenis bentuk produk yang dapat anda jual melalui woocommerce. Terdiri dari produk fisik, non fisik, bersifat downloadable atau tidak. berikut penjelasannya:
  1. Produk Fisik Bentuk produk yang paling banyak dijual menggunakan flatform website ecommerce. Tidak jauh berbeda dengan toko konvensional, setelah terjadi proses pembelian maka barang akan dikirimkan ke alamat pembeli.
  2. Produk Virtual Produk yang sama sekali bukan berupa fisik, bisa berupa e-book, software, hingga penjualan tema website. Berbeda dengan produk fisik, produk virtual sama sekali tidak membutuhkan jasa pengiriman.
  3. Produk Downloadable Produk yang bisa anda unduh (download), jika sudah melakukan pembayaran. Produk downloadable sebenarnya merupakan produk virtual, atau bisa juga diterapkan pada produk fisik (setelah melakukan pembayaran, pembeli dapat mengunduh buku panduan sambil menunggu produk diterima.
Status Produk yang Dijual
Seperti penjualan konvensional, woocommerce memungkinkan mengatur status dari produk yang anda jual.
  • Normal product => Produk yang anda jual secara normal, tidak ada unsur diskon, tidak ada tanda apapun pada produk tersebut.
  • Featured Product (produk unggulan) => Produk yang diberi tanda “featured” adalah produk unggulan dengan tujuan memberi tahu pengunjung bahwa produk tersebut layak untuk jadi perhatian karena merupakan salah satu produk terbaik yang anda jual.
  • Sale Product => Produk dalam masa promosi pengurangan harga dengan jumlah tertentu dari harga aslinya. Pada “sale product” harga sebenarnya ditampilkan dengan format tercoret, kemudian ditampilkan harga promosi yang lebih rendah. Sale product dinilai cukup ampuh untuk mempengaruhi psikologi pembeli.
  • Rated Product => Produk yang banyak mendapat perhatian dari pengunjung berupa review disertai pemberian rating.
Metode pembayaran
Bagaimana cara pembeli membayar anda untuk mendapatkan produk yang diinginkannya?. Trdapat berbagai jenis metode pembayaran yang bisa anda tentukan, terdiri dari :
  • Pembayaran lewat transfer bank
  • Pembayaran menggunakan cek
  • Pembayaran ditempat (COD)
  • Pembayaran menggunakan paypal.
Stock (Persediaan)
Berbeda dengan produk virtual, produk visik umumnya memiliki keterbatasan jumlah yang tersedia. Pada konfigurasi pengaturan terkait persediaan, soocommerce menyediakan pilihan sebagai berikut:
  • Selalu tersedia
  • Stock terbatas
  • Stock terbatas dengan back order
Perbedaan stock / persediaan terbatas dengan backorder adalah ada pada “action” pembeli setelah produk dinyatakan habis (out of stock), backorder memungkinkan pembeli untuk tetap melakukan pembelian dengan disertakan pemberitahuan barang tersebut akan tersedia kedepannya. Sedangkan untuk stock terbatas, pembeli sama sekali tidak bisa melakukan pembelian.

Shiping (Pengiriman Barang)
Pembelian barang lewat internet jauh lebih praktis daripada pembelian manual dengan mendatangi toko (tempat) penjualan suatu produk. Hal tersebut menimbulkan masalah untuk pembelian produk fisik, tentu saja produknya harus dikirim ke tempat pembeli. Pembebanan biaya dapat anda atur, baik itu menggunakan armada pengiriman (ekspedisi) sendiri maupun menggunakan pihak ke 3 (perusahaan jasa pengiriman barang).

0 komentar

Post a Comment